10:01 am - Saturday November 1, 2014

Sang Penulis KKPK “Asma di Dunia Maya”

Pekan lalu, Sabtu 9 Juli 2011, penulis Fira Meutia pergi ke pameran buku Jakarta Book Fair di Senayan, Jakarta, bersama keluarga. Sambil keliling ke berbagai stand, ia singgah di stand penerbit Mizan. Ia melihat-lihat buku seri KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya). Matanya lalu tertumbuk pada satu buku. Judulnya ……..? “Asma di Dunia Maya”. “Bunda, kayaknya ini novel baruku deh,” kata Fira Meutia kepada bundanya, Dianing Widya.

Ternyata benar. Asma di Dunia Maya memang novelnya yang baru saja terbit. Novel itu ditulis setahun lalu. “Idenya dari kelompok conference school di internet,” tutur Maghfira Meutia Dewi, nama lengkapnya, yang sebelumnya menulis buku kumpulan cerita Liontin Amery (KKPK, Mizan, 2010).

Pelajar kelas II SMP Negeri 17 Tangerang Selatan mengisahkan, ketika ia masih duduk di kelas V SD Islam Nurul Hidayah Reni Jaya Sawangan Depok, ia dan teman-temannya yang tinggal di berbagai kota di Indonesia mendirikan sekolah maya yang mereka beri nama conference school. Sekolah itu mirip sekolah asli. “Ada kepala sekolah, guru, murid, ketua kelas, wakil ketua kelas, sekretaris, dan bendahara,” ujar siswa kelas II SMP 17 Tangerang Selatan ini.

Di sekolah itu, mereka belajar macam-macam, misalnya matematika, IPS, Bahasa Indonesia, dan sebagainya. “Kami memanfaatkan cating konferensi di yahoo!massanger,” tuturnya. Nah, sejumlah pengalaman di sekolah online itu, ia pun menuangkannya ke novel. Ia mulai menggarap Asma di Dunia Maya ketika kelas VI SD. “Setelah jadi, saya kirim ke KKPK Mizan.”

Dalam novel ini, tak hanya melulu fiksi. Penerima award Internet Sehat untuk blognya http://firameutia.co.cc pada Juli 2008 itu juga menyisipkan tip-tip sehat berinternet. “Misalnya kalau selesai buka FB harus log out dulu walaupun di komputer sendiri. Jangan suka menulis status marah-marah di Facebook atau twitter.”

Ada pula pengetahuan. Misalnya, menyisipkan sejarah tentang Menara Eiffel, Paris, Perancis. “Itu bagian dari petualangan tokoh Asma,” tutur remaja kelahiran Batang, Jawa Tengah, pada 21 Juni 1998, yang bercita-cita ingin sekolah desain grafis di Paris ini.

Fira Meutia mulai menulis sejak kelas II SD. Awalnya, ia menulis puisi. Kemudian ia menulis banyak cerpen. “Ketika kelas V ia mengirim sejumlah cerpennya ke KKPK Mizan. Cerpen-cerpen itu lalu diterbitkan menjadi buku berjudul Liontin Amery tahun lalu.” Liontin Amery pun cetak ulang. Bahkan, belum lama ini, ia menerima kabar dari Mizan bahwa Liontin Amery bakal dijadikan buku digital.

Kemana honor menulis? “Sebagian ditabung. Sebagian lagi dibeli laptop baru untuk perangkat menulisnya. Ia juga membeli Blackberry dari royaltinya. Sebagian lagi ia membeli buku,” Dianing menjelaskan. “Ia bisa menghabiskan membaca satu buku dalam waktu beberapa jam saja,” Dianing melanjutkan.

Menurut Dianing, putri pertamanya itu memang telah senang menulis dan membaca sejak kecil. “Ia sudah membaca novel saya sebelum saya kirim ke penerbit. Bahkan ia sempat memberi beberapa masukan untuk novel saya itu. Dan masukan itu masuk akal,” ujar penulis novel Sintren yang masuk lima besar Khatulistiwa Literary Award pada 2007 itu.

Dianing — yang belum lama ini meluncurkan buku terbaru berjudul “Gossip Licious” itu — juga bercerita Fira Meutia sangat peduli pada isu-isu lingkungan dan pemasan global. Ia peserta termuda The Climate Project Indonesia pada April 2010 yang diikuti 250 peserta dari seluruh Indonesia. Jumlah itu diseleksi lebih dari sekitar 1.500 orang yang mendaftar. The Climate Project Indonesia ini adalah bagian dari The Climate Project yang didirikan mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore.

Fira Meutia juga senang menggambar dan desain grafis. Bahkan, ia bisa mendapatkan uang dari kegemaran pada desain grafis ini. “Ketika kelas empat dan lima SD, ia membikin stiker dan menjual kepada teman-temannya. Lumayan ia bisa menambah uang sakunya,” ujar Dianing. Hingga kini, ia masih suka mengutak-atik desain dan menerima permintaan teman-temannya dari berbagai kota untuk mengedit foto mereka. Maka tak heran, ia sangat akrab dengan software desain grafis semacam photoshop, corel draw, dan berbagai software desain grafis lainnya.

Dari kegemarannya bermain komputer, ia menulis sejumlah tip komputer dan interet di blognya www.firameutia.co.cc (kini bisa masuk lewat http://firameutia.com). Tip-tip itu ditulis dengan bahasa khas anak, langkah demi langkah lengkap dengan fotonya, sehingga sangat mudah dipahami. “Ia berharap satu saat bisa membukukan tip-tip komputer itu,” ujar Dianing. [K]

Filed in: SOSOK

One Response to “Sang Penulis KKPK “Asma di Dunia Maya””

  1. 03/01/2012 at 09:58 #

    kecil kecil sudah bisa berkarya

Leave a Reply